Bisnis minuman keras oplosan milik, Syamsudin Simbolon, merenggut 45 nyawa. Big bos miras ini kabur lalu ngumpet di hutan hingga akhirnya ditangkap.

Syamsudin dan 4 rekannya masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi setelah miras racikannya menewaskan puluhan orang di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat.

Syamsudin diketahui memiliki rumah mewah di Jalan Raya Bandung-Garut atau tepatnya di Kampung Bojongasih RT 03 RW 08, Desa Cicalengka Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Rumah yang memiliki kolam renang dan banker itu dipakai untuk memproduksi dan menyimpan miras oplosan di dalam bungker.

Baca juga: Big Bos Miras yang Tewaskan 45 Orang Ngumpet 2 Malam di Hutan

Polisi kemudian menetapkan tiga tersangka, Julianto Silalahi, Hamciak Manik (istri dari big bos) dan Willy berkaitan kasus miras oplosan ini. Tujuh orang masih buron di antaranya Syamsudin sebagai peracik miras oplosan.

Baca juga: Pabrik Miras Oplosan di Sumsel Digerebek, Omzet Rp 20 Juta/Hari

Syamsudin kerap berpindah-pindah tempat saat pelariannya. Tim gabungan Polda Jabar dan Polres Bandung dikerahkan untuk memburu Syamsudin.

Berikut rentetan jejak pelarian big bos miras oplosan:

Rabu, 11 April 2018

Tim gabungan Polres Bandung dan Direktorat Narkoba Polda Jabar menggeledah rumah mewah milik Syamsudin Simbolon selama hampir dua jam.

Penggeledahan itu dipimpin langsung oleh Direktur Narkoba Polda Jabar Kombes Enggar Pareamon dan Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan. Setelah melakukan penggeledahan, keduanya tidak banyak memberikan keterangan. Polisi hanya menyita barang bukti yang dibungkus dalam satu kantong plastik bening.

Kamis, 12 April 2018

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto langsung melakukan gelar perkara. Kepada awak media, ia mengaku menemukan bunker di rumah itu. Bunker tersebut digunakan untuk memproduksi dan menyimpan miras oplosan siap edar. “Ini rumah sekaligus digunakan tempat produksi miras oplosan,” kata Agung.

関連記事